PENGUATAN KINERJA UMKM (KOPI DAN IKAN AIR TAWAR) DI DESA PENYANGGA TAMAN NASIONAL MERU BETIRI

Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) merupakan salah satu taman nasional yang paling mengesankan di Pulau Jawa dengan ekosistem mangrove, hutan rawa, dan hutan hujan dataran rendah.Daerah penyangga adalah wilayah yang berada di luar kawasan konservasi, baik sebagai kawasan hutan, tanah negara maupun tanah yang dibebani hak, yang diperlukan dan mampu menjaga keutuhan kawasan konservasi maupun melindungi kepentingan masyarakat. Desa Kandangan merupakah salah satu desa penyangga di Kabupaten Banyuwangi sebelah Timur. Pendekatan pendampingan aksi partisipatif yang dilakukan oleh Balai TNMB merupakan kegiatan untuk merangsang terbentuknya masyarakat produktif dengan mengoptimalkan potensi sumberdaya alam sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus peningkatan ekonomi kejahteraan masyarakat di daerah sekitar hutan. Saat ini Desa Kandangan sedang gencar untuk melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan konsep “Integrated Pertanian dan Perikanan” untuk mendorong pertumbuhan pendapatan masyarakat tani dan pertumbuhan ekonomi wilayah yang berkelanjutan dibawah binaan TNMB. Di desa Kandangan terdapat 2 kelompok masyarakat produktif  integrasi pertanian dan perikanan yang merupakan binaan dari TNMB sebagai solusi alternatif mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap lahan kawasan Meru Betiri yaitu Kelompok Tani Kopi “Makmur Abadi” dan Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar “Wira Makmur.Kendala kedua kelompok itu adalah keterbatasan teknologi proses produksi dan manajemen pengelolaan usaha. Program Kemitraan Masyarakat Doktor Mengabdi yang dilakukan oleh Dr. Siti Asmaul Mustaniroh (FTP), bersama dengan tim Wahyu Endra K,PhD (FPIK), Dr Agustina Shinta HW (FP) dan Jaya Mahar M (FTP) memberikan solusi tepat untuk kelompok ini berkolaborasi dengan Wahyu Chandra Kirana dari Balai Taman Nasional Meru Betiri Resort Banyuwangi

Hasil pelaksanaan kegiatan meliputi Bimtek proses perbaikan kualitas kopi bubuk (formulasi kopi 30:70) dan kopi bubuk premium (100 % biji kopi). Pelatihan Pemijahan Semi Buatan dengan cara mencampurkan induk jantan dan betina yang matang gonad dengan perbandingan 2:1 di kolam pemijahan. Bantuan Mesin Penepung Ikan dan Pembuat Pakan dengan kapasitas produksi 50-100 kg/jam. Pembuatan Formulasi Pakan untuk pembesaran lele usia > 40 hari  – 90 hari. Kandungan protein pada pakan bisa dimodifikasi dengan menggunakan metode persegi empat Pearson’s serta bantuan Benih Nila Strain Prima  dengan ukuran 3-5 cm 10.000 ekor. Harapannya kegiatan ini akan bisa meningkat 3 aspek dalam kinerja Indeks Desa Membangun yaitu ekonomi, sosial dan ekologi.

  1. Ekonomi : peningkatan dan penguatan kinerja anggota masyarakat (Kelompok Tani Kopi “Makmur Abadi” dan Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar “Wira Makmur”) dalam teknologi pengolahan hasil panen kopi dan pakan ikan alternatif berbasis bahan baku lokal dengan implementasi alih Teknologi Tepat Guna (Mesin Penyangrai Kopi, Penepung dan Pencetak Pakan Ikan) serta teknik pemijahan benih ikan yang efisien dan efektif (semi buatan).
  2. Sosial : meningkatkan modal sosial dan ketrampilan masyarakat serta penguatan model kelembagaan untuk menuju manajemen Desa Mandiri melalui penataan model kelembagaan  dan perijinan produk ke Dinas Kesehatan yang saat ini masih berlangsung proses registrasinya
  3. Ekologi : meminimkan ketergantungan masyarakat terhadap lahan kawasan Meru Betiri dengan meningkatkan produktivitas dalam kegiatan ekonomi yang disupport oleh Kelompok Tani Kopi “Makmur Abadi” dan Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar “Wira Makmur” dengan mengalihkan ke produktivitas usaha pembenihan ikan lele dengan kolam percobaan.


Jurusan Industri Pertanian Universitas Brawijaya

Copyright © 2010-2018 Jurusan Teknologi Industri Pertanian. All Rights Reserved.