Medan listrik berpulsa tingkatkan kualitas dan kuantitas minyak atsiri

Dosen Jurusan Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya Dr. Sukardi, MS., berhasil mengembangkan penelitian tentang penggunaan medan listrik berpulsa (Pulsed Electric Field/PEF) sebagai pembuka sel penyimpan minyak atsiri tersebut. Metode ini dikenal dengan nama elektroporasi. Diharapkan dengan metode tersebut dapat mengurangi waktu distilasi dan meningkatkan kualitas maupun kuantitas minyak.

Elektroporasi sel adalah pemberian tegangan listrik pada sel agar sel mengalami kerusakan (pecah/porous) tanpa merusak komponen bioaktif yang ada di dalam sel, seperti minyak atsiri. Perlakuan kejut listrik sangat baik untuk meningkatkan hasil produksi minyak atsiri nilam sebelum distilasi sehingga perlu diterapkan pada skala pilot plant dan industri.

Dari hasil penelitian, didapatkan perlakuan kuat medan listrik sebesar 133,33 V/cm frekeunsi 1800 Hz, waktu paparan PEF 15 detik dengan jarak katoda anoda 15 cm sebelum distilasi, dapat meningkatkan volume minyak nilam sebesar sebesar 45% dibanding tanpa perlakuan PEF. Efisiensi distilasi yang diperoleh dengan perlakuan PEF adalah 85%, meningkat 35% dibanding tanpa perlakuan PEF yaitu sekitar 50%.

Hasil ini juga diiringi dengan perubahan kualitas minyak nilam dari segi kandungan komponen makro dan komponen mikro. Warna minyak nilam juga cenderung kuning keemasan dengan aroma yang lebih tajam dan juga kedepannya bisa digunakan sebagai pengawet minuman.

sumber http://ristekdikti.go.id/medan-listrik-berpulsa-tingkatkan-produksi-minyak-atsiri/#7zdChap2FCr7DKvm.99


Jurusan Industri Pertanian Universitas Brawijaya

Copyright © 2010-2017 Jurusan Teknologi Industri Pertanian. All Rights Reserved.

Dog