Institut Atsiri Universitas Brawijaya Jadi Tuan Rumah Konferensi Nasional Minyak Atsiri

Institut Atsiri Universitas Brawijaya menjadi tuan rumah Konferensi Nasional Minyak Atsiri 2017 di Hotel Atria Malang, Senin (9/10/2017). Konferensi tahunan itu digelar Dewan Atsiri Indonesia dengan mengambil lokasi konferensi di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Dr. Ir. Sukardi MS, dosen Teknologi Industri Pertanian FTP UB, yang juga anggota Institut Atsiri UB, Konferensi ini untuk merangkul semua potensi atsiri di seluruh wilayah Indonesia.  Tidak hanya wilayah yang memiliki pengusaha bidang atsiri. Wilayah yang hanya memiliki petaninya pun didatangi,”

Sekedar diketahui, atsiri adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas.

Sementara itu, Dr Elvina Dhiaul Iftitah SSi Msi, sebagai ketua Panitia Elvina menambahkan wilayah yang hanya memiliki petani tanaman atsiri justru paling dominan menjadi pilihan lokasi konferensi. “Itu agar bisa mempertemukan petani dengan pengusaha, pemilik modal, sampai exportir. Misalnya di bawa ke wilayah yang memiliki potensi kayu putih namun belum ada pengusahanya.

Konferensi ini adalah wadah pertemuan kedua pihak,” lanjut dosen Kimia Universitas Brawijaya itu. Konferensi Nasional Minyak Atsiri kali ini mengambil tema ‘Pengembangan Produk-Produk Atsiri Tersertifikasi Menuju Green Emvironment untuk Menghadapi Pasar Global’.

Konferensi itu mendatangkan pembicara yang ahli di bidangnya. Dia berharap dalam kesempatan ini ada deal antara petani dan pengusaha dan mengerucut menjadi manfaat nyata. “Petani bisa mendapat benih. Hasil panen dari petani juga memiliki wadah pengepul dari perusahaan,” harapnya.

Institut Atsiri yang berdiri sejak 2016 itu juga mengelola tanaman atsiri di beberapa daerah, seperti Blitar dan Trenggalek. “Awalnya kami hanya sekadar kelompok riset yang konsen meneliti tanaman dan minyak atsiri.”

“Lalu karena sering mendapat pendanaan hibah dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), kami menjadi pusat unggulan IPTEK atsiri,” terangnya. Akhirnya pusat unggulan IPTEK atsiri diwadahi dalam bentuk Institut Atsiri dengan program untuk menangani konferensi dan menjadi media update atsiri.

“Di antaranya kami minta diberi kepercayaan untuk memegang konferensi ini. Kami juga akan mengadakan konferensi internasional,” ungkap manajer publikasi Institut Atsiri UB itu.